Belajar
Spoofing Mail
Feb 23rd
Ada seorang temen gw yang baru aja sms gw dan dia sedikit agak bingung dengan email yang dia terima karena email itu berasal dari domain dia. Dengan nada paniknya dia cerita kalau isi email itu agak “ngeri”… Wedewww ![]()
Intinya, sebenernya email yang dia terima adalah fake/palsu atau spoofing-mail. Lalu, spoofing mail itu apa sih? Spoofing mail bisa diartikan juga sebagai email palsu atau email yang dikirimkan dengan menggunakan user email yang berasal dari (From: ) suatu domain atau mengatas namakan domain orang lain (bahkan berasal dari domain kita sendiri, hehe) di mana user ini kemungkinan besar tidak ada. Harapan utama si spoofer sih “sukur-sukur” kalau user email tersebut aktif/ada jadi seolah-olah email tersebut memang benar dikirim dari domain yang dimaksud ![]()
Bagaimana kita tahu kalau itu adalah email spoofing?
Untuk mengetahui email tersebut fake atau bukan memang perlu melakukan analisa terlebih dahulu terhadap email yang kita “duga” tersebut. Langkahnya yang pasti jangan panik, baca baik-baik isi email yang kita terima lalu coba cek “Return-Path” email yang kita terima.
Bagaimana melihat return-path? Berikut ini cara melakukan pemeriksaan return-path untuk mail-server yang banyak digunakan:
Tips & trik import database ukuran besar
Feb 13th

Berawal dari masalah sama database yang lumayan besar karena ukuran file hampir menyentuh 500MB, wew!! File ini adalah file backup yang sudah menjadi hasil dump dengan extension .sql.
Masalahnya, dengan file segede gambreng ini tentunya gak bakalan bisa diimport dari phpmyadmin. Pakai shell (Linux) atau command-prompt (Windows)? Bisa sih, cuma menurut gw keknya hasilnya gak sempurna. Gw udah coba tapi hasil dumping malah jadi lebih kecil dari file aslinya yaitu sekitar 240-an MB (yakin 100% ini corrupt) ![]()
Setelah berdiskusi dengan a’Ganteng kantor ane ternyata caranya harus displit terlebih dahulu database yang guedhe ini
. Jujur gw udah pernah baca tutorial dari a’Ganteng ini tapi gw lum praktekin sama sekali. Perintahnya adalah ini:
csplit -f tabelsql. -n 3 bigdump.sql /^\-\-\ Table/ {*}
Reset permission file/folder di cPanel
Jan 28th
Sebenernya sih ini cuma permainan di shell aja
Buat temen-temen yang ngerti sama perintah di Linux pasti ngartos lah. Tema atikel ini juga bisa untuk “merubah permission secara keseluruhan untuk file dan folder” atau apalah, intinya kek gitu aja. Hehe
)
Berawal dari bingungnya saya bagaimana cara merubah permission setiap file dan folder yang ada di direktori aktif saya di hosting karena setelah diupload semua file menjadi 600 dan folder menjadi 700
Setelah tanya-tanya sama temen saya Danny ternyata perintahnya adalah kek gini (tapi sempet salah juga sih, hehe):
Begini perintahnya:
find /home/USERHOSTING/public_html/ -type f -exec chmod 644 {} \; find /home/USERHOSTING/public_html/ -type d -exec chmod 755 {} \;
Ok, di sana saya membedakan warna f dan d. Artinya adalah:
f = file
d = folder
Jadi perintah di atas adalah: merubah permission semua file (f) dan merubah permission semua folder (d) yang ada di dalam direktori public_html.
Okay, lumayankan buat catetan ![]()
Repair table database yang crash
Dec 26th
Tutorial ini mungkin udah basi buat temen-temen yang ‘udah mahir dengan aplikasi database MySQL. Tapi, buat orang yang awam mungkin ini bisa membantu. Hehe, lumayan buat nambah posting di blog gw ![]()
Lanjut. Pada kondisi tertentu kadang table pada database bisa mengalami crash. Crash pada table di database ini bisa disebabkan oleh beberapa hal (complicate). Jika terjadi di hosting, biasanya karena space hosting Anda overquota. Jika demikian, maka Anda harus menghubungi pihak hosting Anda terlebih dahulu untuk menaikkan sementara space hosting Anda.
Langsung pada intinya ‘aja. Bagaimana cara memperbaiki table yang crash ini? Cukup mudah bila kita menggunakan aplikasi PhpMyAdmin. Mungkin tidak usah saya jelaskan lagi apa itu PhpMyAdmin ![]()
Add-on Domain, Subdomain dan Parked Domain
Oct 21st
Setelah sekian lama gw kenal sama internet akhirnya gw baru bener-bener ‘engeh dengan apa perbedaan di antara Add-on Domain, Subdomain dan Parked Domain. Kalo Add-on dan Subdomain sih gw dah tau tapi yang masih bingung itu cuma Parked Domain (nora amad ya gw
).
Ok, baca-baca dari sejumlah artikel yang ada. Beginilah kira-kira pengertiannya:
- Add-on Domain
Yaitu penambahan domain pada satu akun hosting aktif di mana domain yang akan di-add-on kan ini harus sudah dalam keadaan aktif dan mengarah ke dns server yang dituju. Note: Untuk dns sebenernya gak/belum mengarah juga gak begitu terlalu penting jika hanya ingin melakukan percobaan di hosting yang dituju. Untuk add-on domain tanpa pengarahan dns tentunya harus menghubungi admin/support dari hosting yang dimaksud untuk penambahan add-on domain. - Subdomain
Mmm, jelasinnya giman y? Gw kasih permisalan aja deh.sexy.party.com
Dimana:
sexy = subdomain;
party = domainutama;
com = TLD (Top Level Domain)(Semoga jelas
) -
Parked Domain
Parked domain adalah domain yang memiliki isi dan conten yang sama dengan domain yang lainn yang dimaksud.
Ok, semoga jelas dan bermanfaat buat kita. Merdeka!!! (Loh?
)
