Overview
Open Shortest Path First versi 3 (OSPFv3) adalah protokol routing interior yang dirancang khusus untuk jaringan IPv6. Pada RouterOS 7.x, Mikrotik telah menambahkan dukungan penuh OSPFv3, termasuk fitur area multi‑level, authentication, serta integrasi dengan firewall dan routing policy. Artikel ini membahas langkah‑langkah konfigurasi OSPFv3 secara lengkap—dari persiapan lingkungan, konsep dasar, hingga verifikasi dan troubleshooting.
Prerequisites
- Router MikroTik dengan RouterOS 7.12 atau lebih baru.
- Setidaknya dua router MikroTik yang terhubung via link point‑to‑point (misalnya Ethernet atau fiber).
- Alamat IPv6 yang valid pada masing‑masing interface (gunakan ULA atau global prefix).
- Akses WinBox atau SSH ke router.
Environment
Contoh topologi yang akan dipakai terdiri dari dua router: R1 (IP6: fd00:0:0:1::/64 pada ether1) dan R2 (IP6: fd00:0:0:2::/64 pada ether1). Keduanya dihubungkan melalui interface fisik bridge0 yang memiliki alamat IPv6 fd00:0:0:ff::1/64 di R1 dan fd00:0:0:ff::2/64 di R2. Semua jaringan internal (LAN) berada di subnet /64 masing‑masing, misalnya fd00:0:0:10::/64 di R1 dan fd00:0:0:20::/64 di R2.
Konsep Singkat
OSPFv3 bekerja dengan cara membagi jaringan menjadi area. Area 0 (Area Backbone) wajib ada; area non‑backbone dapat terhubung ke backbone lewat Virtual Link bila diperlukan. Router yang berpartisipasi dalam OSPFv3 menyebarkan LSAs (Link‑State Advertisements) yang berisi informasi topologi IPv6. Router kemudian membangun tabel routing SPF (Shortest Path First) berdasarkan LSDB (Link‑State Database).
Pada MikroTik, OSPFv3 di‑enable pada level instance—sebuah kumpulan konfigurasi yang dapat berisi satu atau lebih area. Setiap interface yang ingin berpartisipasi harus di‑assign ke sebuah area dan diberi network (prefix). OSPFv3 juga mendukung authentication berbasis MD5 atau none. Karena OSPFv3 hanya beroperasi pada layer‑3 IPv6, semua IPv4 routing tetap dikelola secara terpisah.
Langkah Konfigurasi
Step 1 – Siapkan alamat IPv6 pada interface
Masuk ke router R1 via WinBox atau SSH, lalu tambahkan alamat IPv6 pada interface yang akan menjadi link OSPFv3.
# Pada R1
/interface ipv6 address add address=fd00:0:0:ff::1/64 interface=bridge0 comment="OSPFv3 link"
# Pada R2
/interface ipv6 address add address=fd00:0:0:ff::2/64 interface=bridge0 comment="OSPFv3 link"
Perintah di atas menambahkan prefix /64 pada bridge0. Pastikan tidak ada konflik address di jaringan lain.
Step 2 – Buat OSPFv3 Instance
Instance merupakan wadah konfigurasi OSPFv3. Kita akan membuat satu instance dengan nama default (nama standar), namun dapat di‑custom bila diperlukan.
# Membuat instance (hanya satu kali)
/routing ospf instance add name=default router-id=10.0.0.1
Parameter router-id masih berupa IPv4 (diperlukan untuk OSPFv2, tetapi tetap wajib di OSPFv3). Pilih nilai yang unik dalam jaringan.
Step 3 – Definisikan Area
Kita akan memakai Area 0 sebagai backbone. Jika Anda membutuhkan area tambahan, tambahkan dengan area-id yang berbeda.
# Area 0 (Backbone)
/routing ospf area add name=backbone area-id=0.0.0.0 instance=default
Step 4 – Daftarkan Interface ke Area
Setiap interface yang ingin menjadi anggota OSPFv3 harus dikaitkan dengan area dan diberikan network yang akan dipasang ke LSDB.
# Pada R1 – menambahkan interface bridge0 ke area backbone
/routing ospf interface add interface=bridge0 area=backbone hello-interval=10 dead-interval=40
# Pada R2 – langkah serupa
/routing ospf interface add interface=bridge0 area=backbone hello-interval=10 dead-interval=40
Parameter hello-interval dan dead-interval dapat disesuaikan, namun nilai default 10/40 sudah optimal untuk link point‑to‑point.
Step 5 – Tambahkan Network Prefix
OSPFv3 akan mengiklankan prefix IPv6 yang berada di interface. Di sini kita menambahkan prefix LAN masing‑masing router.
# Pada R1 – mengiklankan jaringan LAN fd00:0:0:10::/64
/routing ospf network add network=fd00:0:0:10::/64 area=backbone
# Pada R2 – mengiklankan jaringan LAN fd00:0:0:20::/64
/routing ospf network add network=fd00:0:0:20::/64 area=backbone
Setelah langkah di atas, router akan memulai pertukaran LSAs melalui interface bridge0.
Step 6 – Aktifkan Authentication (Opsional)
Untuk menambah keamanan, aktifkan autentikasi MD5 pada semua interface OSPFv3.
# Contoh pada R1
/routing ospf interface set bridge0 authentication=md5 authentication-key=SuperSecret123
# Contoh pada R2 (gunakan key yang sama)
/routing ospf interface set bridge0 authentication=md5 authentication-key=SuperSecret123
Key MD5 harus bersifat rahasia dan panjang minimal 8 karakter. Pastikan kedua router menggunakan key yang sama.
Verifikasi
Setelah semua konfigurasi selesai, periksa status OSPFv3 menggunakan perintah berikut.
# Tampilkan neighbor OSPFv3
/routing ospf neighbor print
# Tampilkan routing table IPv6
/ipv6 route print where ospf
Anda harus melihat neighbor dengan state Full dan route fd00:0:0:20::/64 di R1, serta sebaliknya pada R2. Jika tidak muncul, periksa kembali alamat IPv6 pada link dan pastikan interval hello telah tercapai (biasanya dalam 30‑40 detik).
Troubleshooting
- Gejala: Tidak ada neighbor yang muncul.
Penyebab: Interface tidak berada dalam area yang sama atau hello‑interval tidak sinkron.
Solusi: Verifikasi perintah/routing ospf interface printpada kedua router, pastikanarea,hello‑interval, daninterfacesudah sama. - Gejala: Prefix tidak muncul di routing table.
Penyebab: Network tidak ditambahkan ke OSPFv3 atau berada di subnet yang tidak dikenal.
Solusi: Pastikan perintah/routing ospf network add …menggunakan prefix lengkap (mis.fd00:0:0:10::/64). - Gejala: OSPFv3 neighbor berstatus
Initsaja.
Penyebab: Authentication tidak cocok atau disabled pada satu sisi.
Solusi: Hapus semua konfigurasi authentication atau set kedua sisi dengan key MD5 yang identik. - Gejala: Paket OSPFv3 tidak lewat firewall.
Penyebab: Filter firewall men-drop paket dengan protocol 89 (OSPF) atau IPv6 traffic.
Solusi: Tambahkan rule accept:/ipv6 firewall filter add chain=forward protocol=ospf action=accept - Gejala: Routing loop setelah penambahan area baru.
Penyebab: Area tidak terhubung ke backbone atau terdapat multiple ABR tanpa konfigurasi proper.
Solusi: Pastikan setiap area non‑backbone memiliki setidaknya satu ABR (Area Border Router) yang terhubung ke Area 0.
Best Practice
- Penggunaan Prefix Global – Jika jaringan Anda sudah diberikan prefix publik, gunakan prefix itu pada interface OSPFv3 alih‑alih ULA untuk menghindari konflik NAT.
- Backup Konfigurasi – Simpan backup konfigurasi dengan
/export file=ospfv3-backupsebelum melakukan perubahan besar. - Monitoring – Aktifkan log OSPFv3 untuk memantau perubahan topologi:
/system logging add topics=ospf,debug action=memory. - Security Considerations – Selalu aktifkan MD5 authentication pada jaringan produksi. Hindari penggunaan key default atau terlalu pendek.
- Redundansi – Jika memungkinkan, tempatkan dua OSPFv3 links (dual‑homed) menggunakan
Costyang berbeda untuk mengatur preferensi jalur.
FAQ
- Apakah OSPFv3 dapat berjalan bersamaan dengan OSPFv2?
- Ya. Kedua protokol berjalan terpisah; OSPFv2 mengelola IPv4, sedangkan OSPFv3 mengelola IPv6. Pastikan router‑router memiliki konfigurasi masing‑masing yang tidak saling bentrok.
- Bagaimana cara men‑disable OSPFv3 pada satu interface?
- Gunakan
/routing ospf interface disable [find interface=bridge0]atau hapus interface dari area. - Apakah OSPFv3 mendukung stub area?
- Ya, MikroTik mendukung
stubdantotally‑stubuntuk mengurangi LSDB pada area‑area yang tidak berperan sebagai transit. - Apakah OSPFv3 dapat meng‑advertise default route?
- Gunakan perintah
/routing ospf default-information originate=yespada router yang ingin mendistribusikan default route ke neighbor. - Bagaimana cara men‑cek cost pada interface?
- Cost default adalah 1 untuk link point‑to‑point, atau otomatis dihitung berdasarkan bandwidth. Dapat di‑override dengan
/routing ospf interface set bridge0 cost=10.
Kesimpulan
OSPFv3 pada MikroTik RouterOS 7.x menawarkan cara yang handal dan skalabel untuk mengelola routing IPv6 di jaringan interior. Dengan mengikuti langkah‑langkah di atas—menyiapkan alamat IPv6, membuat instance, mendefinisikan area, meng‑assign interface, menambahkan network, serta mengaktifkan authentication—Anda dapat membangun infrastruktur OSPFv3 yang stabil, aman, dan siap di‑monitor. Selalu ingat untuk memeriksa neighbor, mengamati log, serta melakukan backup secara berkala. Dengan pendekatan best practice, jaringan IPv6 Anda akan siap menghadapi pertumbuhan trafik dan kebutuhan bisnis masa depan.

